Mengenali bedanya acne vulgaris dan fungal acne sangat penting bagi kesehatan kulit. Banyak orang sering salah dalam melakukan diagnosa mandiri di rumah. Kesalahan diagnosa ini berujung pada penggunaan produk yang tidak tepat. Akibatnya, kondisi kulit justru bisa menjadi semakin parah dan meradang. Artikel ini akan mengupas tuntas perbedaan keduanya secara medis.
DAFTAR ISI
Memahami Apa Itu Acne Vulgaris: Penyebab dan Prosesnya
Acne vulgaris adalah kondisi kulit yang paling sering dialami banyak orang. Kondisi ini melibatkan peran aktif dari kelenjar sebasea di bawah kulit. Kelenjar ini secara alami berfungsi untuk memproduksi minyak atau sebum. Namun, masalah akan muncul ketika terjadi produksi sebum berlebih. Minyak yang terlalu banyak akan menyumbat saluran keluar pada pori-pori.
Peran kelenjar sebasea dan produksi sebum berlebih
Produksi minyak dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk hormon dan genetik. Ketika kelenjar sebasea bekerja terlalu aktif, kulit menjadi sangat berminyak. Minyak ini kemudian bercampur dengan tumpukan sel kulit mati. Campuran tersebut membentuk sumbatan keras di dalam pori-pori Anda. Kondisi inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya jerawat pada wajah.
Penyumbatan pada folikel rambut oleh sel kulit mati
Penyumbatan ini biasanya terjadi tepat pada area folikel rambut. Sel kulit mati yang tidak terkelupas sempurna akan menumpuk di sana. Hal ini menciptakan lingkungan yang tertutup dan juga kedap udara. Lingkungan seperti ini sangat disukai oleh mikroorganisme untuk berkembang biak. Jika dibiarkan, sumbatan ini akan terus membesar dan menekan jaringan sekitar.
Infeksi bakteri Propionibacterium acnes dan inflamasi kulit
Di dalam pori yang tersumbat, bakteri Propionibacterium acnes akan tumbuh pesat. Bakteri ini sebenarnya adalah penghuni normal pada kulit manusia. Namun, populasinya akan meledak jika ada banyak cadangan makanan (sebum). Kehadiran bakteri yang berlebihan akan memicu respon imun tubuh. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya inflamasi kulit yang cukup menyakitkan.

Mengenal Gejala Fungal Acne yang Sering Disalahartikan
Banyak orang belum menyadari bahwa fungal acne bukanlah jerawat asli. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Malassezia Folliculitis. Penyebab utamanya bukan berasal dari infeksi bakteri, melainkan pertumbuhan jamur. Jamur ini tumbuh subur pada lingkungan kulit yang lembap dan panas.
Mengapa fungal acne bukan jerawat tapi Malassezia Folliculitis
Kondisi ini terjadi karena infeksi jamur pada bagian folikel rambut. Jamur Malassezia sebenarnya memakan asam lemak yang ada pada kulit. Ketika jumlahnya terlalu banyak, ia akan menyebabkan iritasi pada folikel. Karena penyebabnya berbeda, maka pengobatan jerawat biasa tidak akan bekerja. Penggunaan antibiotik jerawat justru sering kali membuat jamur ini semakin subur.
Karakteristik bintil gatal yang seragam (Monomorfik)
Salah satu bedanya acne vulgaris dan fungal acne adalah bentuknya. Bintil pada fungal acne biasanya memiliki ukuran yang hampir sama. Para dokter sering menyebut karakteristik visual ini dengan istilah monomorfik. Selain itu, gejala yang paling khas adalah munculnya rasa gatal. Rasa gatal ini akan semakin parah saat Anda sedang berkeringat.
Bedanya Acne Vulgaris dan Fungal Acne dari Jenis Benjolan
Anda bisa memperhatikan jenis benjolan untuk membedakan kedua kondisi ini. Cara ini cukup efektif untuk menentukan langkah perawatan selanjutnya. Perhatikan tekstur dan isi dari benjolan yang muncul pada kulit.
Munculnya komedo terbuka dan komedo tertutup
Keberadaan komedo adalah ciri utama dari jerawat jenis acne vulgaris. Anda mungkin melihat adanya blackheads atau komedo yang berwarna hitam. Selain itu, ada juga whiteheads atau komedo putih yang tertutup kulit. Fungal acne hampir tidak pernah menunjukkan adanya tanda-tanda komedo. Jika Anda tidak menemukan komedo, mungkin itu adalah infeksi jamur.
Identifikasi papula, pustula, hingga nodul
Acne vulgaris memiliki variasi jenis benjolan yang sangat beragam sekali. Anda bisa menemukan papula yang berupa tonjolan merah kecil meradang. Ada juga pustula yang memiliki titik putih bernanah di tengahnya. Sedangkan pada fungal acne, benjolannya cenderung hanya berupa bintil kecil. Bintil tersebut biasanya tersebar merata di dahi, dada, atau punggung.
Risiko kista jerawat yang dalam dan menyakitkan
Jerawat vulgaris yang parah bisa berkembang menjadi kista yang dalam. Benjolan ini biasanya berukuran besar dan terasa sangat keras. Kista jerawat sering kali meninggalkan rasa nyeri yang sangat hebat. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis serius agar tidak merusak jaringan. Fungal acne biasanya tidak berkembang menjadi bentuk kista seperti ini.

Strategi Penanganan: Bedanya Cara Mengobati Jerawat Bakteri vs Jamur
Setelah mengetahui bedanya acne vulgaris dan fungal acne, pengobatan bisa dimulai. Setiap kondisi memerlukan zat aktif yang berbeda untuk penyembuhan total. Jangan asal mencampur produk tanpa mengetahui kandungan utamanya terlebih dahulu.
Penggunaan asam salisilat untuk membersihkan pori-pori
Asam salisilat atau BHA sangat bagus untuk mengatasi acne vulgaris. Zat ini bekerja dengan cara masuk ke dalam pori-pori kulit. Ia akan melarutkan sebum serta sel kulit mati yang menyumbat. Penggunaan rutin membantu mencegah terbentuknya komedo baru pada wajah Anda. Pastikan Anda juga menjaga kebersihan wajah dengan produk yang lembut.
Efektivitas benzoil peroksida melawan bakteri jerawat
Benzoil peroksida adalah musuh utama bagi bakteri Propionibacterium acnes. Zat ini melepaskan oksigen ke dalam pori-pori yang tersumbat tersebut. Karena bakteri jerawat tidak suka oksigen, mereka akan segera mati. Bahan ini juga sangat efektif untuk meredakan gejala inflamasi kulit. Namun, gunakanlah dengan hati-hati karena bisa menyebabkan kulit menjadi kering.
Mengapa obat jerawat biasa tidak mempan untuk fungal acne
Obat jerawat konvensional sering kali tidak memberikan hasil bagi fungal acne. Hal ini dikarenakan target pengobatannya bukan bakteri, melainkan jamur. Anda membutuhkan bahan anti-jamur seperti ketoconazole atau sulfur untuk mengatasinya. Beberapa orang menggunakan sampo anti-ketombe sebagai pembersih wajah untuk kondisi ini. Konsultasikan juga mengenai rekomendasi sunscreen untuk kulit berjerawat agar pengobatan tetap terlindungi.
Dampak Jangka Panjang dan Perawatan Pasca-Penyembuhan
Masalah kulit tidak berhenti begitu saja setelah jerawat hilang. Sering kali muncul masalah baru berupa bekas yang sulit dihilangkan. Penanganan yang tepat sejak dini dapat meminimalisir risiko dampak permanen.
Cara mencegah hiperpigmentasi pasca-inflamasi
Bekas jerawat sering kali meninggalkan noda hitam atau merah kecokelatan. Kondisi ini disebut dengan hiperpigmentasi pasca-inflamasi atau singkatnya PIH. Gunakan produk yang mengandung vitamin C atau niacinamide untuk memudarkannya. Penggunaan tabir surya setiap hari juga sangat wajib dilakukan setiap saat. Sinar matahari bisa membuat bekas tersebut menjadi semakin gelap dan nyata.
Meminimalisir risiko scar jerawat atau bopeng
Bopeng atau scar adalah kerusakan struktur kulit yang bersifat permanen. Hal ini terjadi akibat peradangan yang merusak kolagen kulit kita. Acne vulgaris memiliki risiko scar yang jauh lebih tinggi dibanding fungal acne. Hindari kebiasaan memencet jerawat sendiri dengan tangan yang kotor. Luka akibat paksaan akan meninggalkan lubang yang sangat sulit untuk ditutup.
Informasi lebih lanjut mengenai kesehatan kulit bisa Anda temukan di Healthline. Situs tersebut menyediakan banyak jurnal medis mengenai dermatologi yang terpercaya.
Kesimpulan: Kapan Harus Menghubungi Dokter Kulit?
Memahami bedanya acne vulgaris dan fungal acne adalah langkah awal kesembuhan. Jika jerawat terasa gatal dan seragam, curigailah itu sebagai fungal acne. Jika terdapat komedo dan bervariasi, kemungkinan itu adalah acne vulgaris.
Segera hubungi dokter jika perawatan mandiri tidak membuahkan hasil memuaskan. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik atau tes laboratorium jika diperlukan. Penanganan yang cepat akan mencegah kerusakan kulit yang lebih parah lagi. Selalu utamakan kesehatan kulit Anda dengan produk yang tepat dan aman.
Bagi yang mau tahu lebih lanjut terkait scars treament jerawat Hubungi kami di klinik Magna untuk konsultasi lebih lanjut.
