
Image: https://www.flickr.com/photos/interplast/427843527
Kelopak mata turun (Ptosis) merupakan kondisi yang membuat mata tampak sangat mengantuk. Kondisi ini meskipun tidak nyeri, bisa jadi indikasi masalah kesehatan yang serius, termasuk potensi kebutaan. Penting untuk mengenali dan memahami lebih lanjut tentang gangguan ini.
Kondisi ini dapat mempengaruhi salah satu atau kedua kelopak mata. Jika keadaannya cukup parah, kelopak mata turun dapat menutupi hampir seluruh, atau bahkan semua, bagian pupil, sehingga bisa mengurangi atau bahkan menghilangkan kemampuan melihat.
Secara umum, ptosis terbentuk secara perlahan mulai dari saat kelahiran, namun ada pula kasus yang terjadi secara mendadak. Ptosis yang muncul secara tiba-tiba seringkali dikaitkan dengan kondisi medis serius yang berhubungan dengan otak, saraf, atau struktur orbital mata.
Gejala Kelopak Mata Turun
Tanda paling jelas dari ptosis adalah lemasnya salah satu atau kedua kelopak mata bagian atas, yang bisa menghalangi pandangan. Anda bisa melakukan pemeriksaan sederhana untuk mengetahui adanya ptosis, seperti berikut ini:
- Berdiri tegap di depan kaca.
- Amati area pupil mata.
- Pastikan kelopak mata tidak menutupi bagian mana pun dari pupil.
- Jika terlihat pupil tertutupi sebagian, Anda mungkin mengidap ptosis.
Selain gejala tersebut, ptosis juga dapat menimbulkan beberapa tanda lain, antara lain:
- Terasa perlu untuk menengadahkan kepala dan mengangkang dagu agar bisa melihat lebih jelas.
- Merasa harus mengangkat alis agar kelopak mata terangkat.
- Seringkali merasa nyeri di bagian leher atau kepala, akibat gerakan berulang seperti itu.
Adapun, gejala tambahan yang bisa muncul terkait dengan kondisi medis penyebab kelopak mata turun. Sebagai contoh, pada kasus yang disebabkan oleh myasthenia gravis, anda mungkin merasakan gejala seperti penglihatan kabur ganda, kelemahan pada bagian tangan atau kaki, beserta kesulitan dalam berbicara, menelan, atau bernapas.
Penyebab Kelopak Mata Turun
Ptosis muncul ketika otot levator, yang berfungsi untuk mengangkat kelopak mata, menjadi lemah atau terlalu lentur. Ini bisa disebabkan oleh beragam hal. Contohnya, ada yang sudah lahir dengan kondisi ini, yang kita kenal sebagai ptosis kongenital.
Penyebab lain dari kelopak mata turun meliputi penuaan dan kondisi medis tertentu, seperti:
- Myasthenia gravis, gangguan yang mengakibatkan otot melemah secara perlahan.
- Distrofi otot, penyakit yang berpengaruh pada otot dan melemahkan gerakan mata.
- Masalah neurologis, termasuk stroke, tumor otak, dan aneurisma.
- Sindrom Horner, yang muncul akibat kerusakan pada jalur saraf yang menuju mata, sering karena kondisi kesehatan lain.
- Infeksi atau tumor, baik pada kelopak mata maupun di dalam rongga mata.
- Selain itu, ptosis dewasa bisa terjadi jika saraf yang mengendalikan otot levator palpebra terganggu, sering kali karena trauma mata, dampak operasi mata, atau sebagai efek samping suntik toksin di sekitar area mata.
Penanganan dan Pemeriksaan Ptosis
Ptosis memiliki berbagai penyebab dan dapat diatasi melalui pendekatan alami atau medis, tergantung pada akar masalahnya. Memperbaiki penglihatan dan penampilan adalah tujuan utama dari perawatan ptosis.
Dokter mata memulai dengan mengumpulkan informasi tentang gejala dan riwayat medis pasien. Selanjutnya, pemeriksaan mata lengkap dan tes tambahan dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab ptosis.
Bila penyebabnya berada di luar masalah mata, pasien mungkin dirujuk ke dokter spesialis lain untuk mendahulukan pengobatan penyakit penyebab ptosis.
Dalam kasus kelopak mata turun sejak lahir, tindakan operasi dijalankan sedini mungkin. Ini penting untuk mencegah masalah penglihatan serius, seperti strabismus atau ambliopia, yang dapat memburuk selama periode anak-anak.
Bagi orang dewasa, operasi kelopak mata sering menjadi solusi untuk mengatasi ptosis, dengan tujuan membuang kulit berlebih dan memperkuat otot kelopak mata.
Alternatif lain termasuk penggunaan kacamata yang dirancang khusus untuk menopang kelopak mata, atau melakukan prosedur kecantikan Sulam Eyelid guna memperbaiki kemampuan melihat.
Penutup
Meskipun ptosis mungkin tidak menimbulkan bahaya langsung, kondisi ini bisa jadi indikator adanya masalah kesehatan lain yang lebih serius. Oleh karena itu, penting bagi siapa saja yang mengalami kelopak mata turun untuk segera melakukan konsultasi dokter dan mendapatkan perawatan yang sesuai